PROGRAM KEHAMILAN TAHAP PERTAMA

Assalamu'alaikum ^_^

Bismillah, insyaAllah mulai hari ini setiap proses PROMILku akan saya tulis di blog. Semoga bisa menjadi manfaat bagi yang membaca nantinya. Kalaupun tidak semoga tulisan ini nantinya bisa menjadi pengingat bahwa memiliki buah hati benar benar anugrah terindah dari Illahi.

Jalan PROMIL ini kami ambil karena kami sudah setahun menikah dan masih belum mendapat tanda-tanda kehamilan. Selain itu jadwal menstruasi saya yang selalu tidak normal sejak zaman masih perawan sampai sekarang juga menjadi salah satu alasanya. Saya memiliki keyakinan, bahwa Allah tidak mungkin melanggar sunnatullahnya. Cat biru jika dicampur  cat kuning dengan takaran yang pas pasti akan menghasilkan cat berwarnah hijau. kecuali saat melakukan pencampuran kedua cat tersebut dilakukam dengan takaran yang terlalu banyak pada cat  berwarnah biru, sedangkan cat kuning hany diberikan tetes. Atau bisa juga cat berwarnah biru sudah mengering saat dilakukanya proses pencampuran dengan cat berwarnah kuning. Sehingga pada saat seperti itu sangat tidak mungkin pencampuran kedua cat tersebut bisa mengghasilkan warnah hijau. Begitu pula saat seorang istri berhubungan badan dengan suaminya dalam tempo masa pernikahna yang sudah lebih dari setahun. Semestinya terjadi kehamilan yang dialami seorang istri, kecuali ada unsur-unsur lain yang menghmbat proses kehamilan itu terjadi. Karena sebab itulah saya memutuskan ikhtiar dengan jalan PROMIL kepada ahlinya. Agar terlihat permasalah  apa yang terjadi pada kami, hingga mengakibatkan saya sulit mengalami kehamilan. Dengan begitu kita bisa mendapatkan solusi untuk permasalahan kehamilan yang saya alamai.

Klai ini saya ikhtiar PROMIL di dr.Eni Fatmawati, Sp.OG. Mungkin akan ada beberapa yang bertanya kenapa tidak promil ke SpOG(K)? Alasanya sih, pertama. Di kota saya (Lamongan) belum ada dr. SpOG(K), yang kedua untuk PROMIL ke dr. SpOG saja sudah membuat saya dan suami benar-benar harus berhemat dan pandai-pandai mengatur keuangan keluarga kami. Apa lagi jika harus promil ke dr.SpOG(K) tentu akan memakan biaya yang sangat besar bagi kondisi keuangan kami. Sehingga bismillah, kami memilih dr. SpOg yang juga memiliki ilmu serta pengalaman dalam menangani kasus seperti ini.

Kembali kepada PROMIL TAHAP PERTAMA saya. Pada saat saya mengunjungi dr. Eni Fatmawati Sp.OG,  berat badan dan tensi saya diukut oleh asisten dokter, setelah itu sang dokter menanyakan beberapa pertanyaan seperti:
1. Kapan haid terakhir?
2. Bagaimana siklus haid saya?
3. Apakah suah perna PROMIL sebelumnya?
4. Berapa usia saya, usia suami dan usia pernikahan kami?

Selanjutnya dokter meminta saya masuk ke dalam ruangan untuk diperiksa lebih lanjut. Saat itu saya di USG untuk melihat kondisi rahim. Alhamdulillah rahim saya babik-baik saja, bebas kista ataupun yang lainya. Hanya saja pada saat dilakukanya pemeriksaan dokter melihat bahwa dinding rahim saya tebal. Umumnya penebalan didnding rahim dialami oleh wanita hamil, sehingga untuk memastikan saya hamil atau tidak dokter melakukan pemeriksaan tes urin saya. Hasilnya menunjukkan bahwa saya negatif hamil.

Selanjutnya dokter memberi saya resep untuk mengatur masa haid saya dan bliau meminta saya datang kembali saat haid pertama saya datang nantinya. Resep yang kedua dokter memberi asam folad untuk dikonsimsi setiap hari. Serta meminta suami untuk melakuan tes seperma tiga hari kedepan dengan sarat selama tiga hari tersebut tidak boleh melakukan aktifitas yang bisa membuat seperma keluar (berhubungan badan).

Nah untu masalah biaya, biaya yang kami keluarkan untuk melakukan pemeriksaan tahap pertama ini sebesar Rp. 245.000,- sudah termasuk jasa dokter, USG dan obat-obatanya.

Bismillah, semoga atas kuasaNya kami akhirnya berhasil memiliki buah hati darah daging kami sendiri. Dan semoga Allah memudahkan proses kami. melancarkan riski, menguatkan kesabaran serta mengokohkan keimanan kami, aamiin.

Hsil USG dan reseb obat


Lamongan, 13 Agustus 2018 22:28 WIB
Senin, 13 Agustus 2018
Posted by Sefti Ika Wulansari
Tag :

Wahana Religi di Taman Bungkul


 Taman Bungkul kota Surabaya adalah taman kota yang tak kunjung sepi dari para pengunjung. Taman ini berbeda dengan taman kota lainya. Disurabaya kita memang tidak akan kesulitan mencari taman sebagai wahana singgah. Dan taman bungkul adalah salah satu alternative yang tepat untuk di pilih. Karena selain menyuguhkan tempat singah berupa taman untuk have fun, taman bungkul juga alternative yang cocok untuk wisata religi. Sebab ditaman ini terdapat makam Ki Ageng Bungkul yang pun tak kunjung sepi dari para pengunjung muslim yang hendak takziyah.

Add caption
Add caption
Dalam kunjungan ke sana kita tidak mendapat terlalu banyak informasi mengenai makam ini, sebab sang juru kunci makam cukup tertutup saat kita hendank menguak sedikit tentang makam tersebut. Yang jelas setelah memasuki pintu gerbang makam ini kita akan mendapati sebuah masjid. Masjid ini di kelilingi oleh puluhan kuburan derbalut kain putih. Entah ada berapa jumlah kuburan di sana yang jelas jumlahnya puluhan. 
Saat memasuki area yang di ini, kita akan menyaksikan ada tidak sedikit pemandangan yang cukup menarik untuk di diskusikan. Di antaraya adalah sebuah tampah. Tampah yang biasanya di gunakan sebagai alat untuk meisahkan bulir beras dengan sisah kulitya, di sini di pergunakan sebagai tempat peletakan uang sodaqoh. Kemudian selain dari pada itu, di sini juga terdapat delapan buah kendi yang berisi air mujarab “katanya”. Pengunjung berkata dengan meminum air dalam gelas ini maka riski kita akan lancar, penyakit kita akan sembuh, kita akan di jauhkan dari sial dan masih banyak katanya-katanya yang lain jika kita meminum air kendi ini.
 Sungguh, baru memasuki kawasan awal saja kita sudah di tunjukkan berbagai kurofat yang apa bila kita melakukanya akan menodai agama kita. Di dalam sana kita tidak seperti pengunjung pada umumnya. Kebanyakan pengunjung melakukan ritual berupa ngaji dan berdo’a di atas kuburan makam ini. Kita justru mendiskusikan beberapa hal yang seharusnya di rubah dari menset para pengunjung makam ini. Tentu sudah kita ketahui, kita di perbolehkan ziarah kubur dengan maksud refleksi diri. Mengingat saat dimana nantinya kita akan mengalami masa seperti mereka-mereka yang saat ini lebih dulu menempatai rumah penantian hari akhiri.  Dan merenungi dosa-dosa kita selama ini. Bukan malah di gunakan sebagai alternatif ibadah yang jelas-jelas tidak ada tuntunanya dalam islam.
Menuju ke gerbang kedua area makam bungkul ini kita akan menjumpai tempat yang di anggab sangat suci. Di dalam sini kita tidak di perkenankan menggunakan alas kaki. Tempat ini sangat di hormati dan di jaga kesucianya. Saat memasuki tempat ini, kita akan mencium aroma wangi yang semerbak. Dan yang lebih mengenaskan lagi, di tempat ini kita akan menjumpai orang-orang tengah berdo’a memohon segala kebaikan dan rizki serta mengaji alqur’an di sekitar kuburan. Sungguh hanya pemandangan memilukan yang kita lihat dari para gengunjung di tempat ini. Sesungguhnya kita yang berada di sini memiliki keyakinan yang sama. Hanya saja mereka sepertinya belum memahami Islam secara baik dan benar. Sehingga segala bid’ah kurofat dan tahayul melekat kuat di jiwa mereka. Walaupaun telah terpapang jelas larangan mengenai hal tersebut. Tetapi mereka tidak menghiraukanya, sebab keyakinan yang keliru itu telah menguat dengan hati. Seperti tulisan dalam gambar di samping. Tulisan itu terpampang jelas dan besar di area makam yang di anggab suci di tempat ini. tentu maksud dan tujuanya adalah mengingatkan pengunjung agar tidak melakukan perkara - perkaya yang menyimpang dari ajaran islam. Karena hanya kepada Allohlah seharunya tempat kita meminta.




Surabaya - Taman Bungkul kota Surabaya adalah taman kota yang tak kunjung sepi dari para pengunjung. Taman ini berbeda dengan taman kota lainya. Disurabaya kita memang tidak akan kesulitan mencari taman sebagai wahana singgah. Dan taman bungkul adalah salah satu alternative yang tepat untuk di pilih. Karena selain menyuguhkan tempat singah berupa taman untuk have fun, taman bungkul juga alternative yang cocok untuk wisata religi. Sebab ditaman ini terdapat makam Ki Ageng Bungkul yang pun tak kunjung sepi dari para pengunjung muslim yang hendak takziyah.
Dalam kunjungan ke sana kita tidak mendapat terlalu banyak informasi mengenai makam ini, sebab sang juru kunci makam cukup tertutup saat kita hendank menguak sedikit tentang makam tersebut. Yang jelas setelah memasuki pintu gerbang makam ini kita akan mendapati sebuah masjid. Masjid ini di kelilingi oleh puluhan kuburan derbalut kain putih. Entah ada berapa jumlah kuburan di sana yang jelas jumlahnya puluhan.
            Saat memasuki area yang di ini, kita akan menyaksikan ada tidak sedikit pemandangan yang cukup menarik untuk di diskusikan. Di antaraya adalah sebuah tampah. Tampah yang biasanya di gunakan sebagai alat untuk meisahkan bulir beras dengan sisah kulitya, di sini di pergunakan sebagai tempat peletakan uang sodaqoh. Kemudian selain dari pada itu, di sini juga terdapat delapan buah kendi yang berisi air mujarab “katanya”. Pengunjung berkata dengan meminum air dalam gelas ini maka riski kita akan lancar, penyakit kita akan sembuh, kita akan di jauhkan dari sial dan masih banyak katanya-katanya yang lain jika kita meminum air kendi ini.
            Sungguh, baru memasuki kawasan awal saja kita sudah di tunjukkan berbagai kurofat yang apa bila kita melakukanya akan menodai agama kita. Di dalam sana kita tidak seperti pengunjung pada umumnya. Kebanyakan pengunjung melakukan ritual berupa ngaji dan berdo’a di atas kuburan makam ini. Kita justru mendiskusikan beberapa hal yang seharusnya di rubah dari menset para pengunjung makam ini. Tentu sudah kita ketahui, kita di perbolehkan ziarah kubur dengan maksud refleksi diri. Mengingat saat dimana nantinya kita akan mengalami masa seperti mereka-mereka yang saat ini lebih dulu menempatai rumah penantian hari akhiri.  Dan merenungi dosa-dosa kita selama ini. Bukan malah di gunakan sebagai alternatif ibadah yang jelas-jelas tidak ada tuntunanya dalam islam.
 Menuju ke gerbang kedua area makam bungkul ini kita akan menjumpai tempat yang di anggab sangat suci. Di dalam sini kita tidak di perkenankan menggunakan alas kaki. Tempat ini sangat di hormati dan di jaga kesucianya. Saat memasuki tempat ini, kita akan mencium aroma wangi yang semerbak. Dan yang lebih mengenaskan lagi, di tempat ini kita akan menjumpai orang-orang tengah berdo’a memohon segala kebaikan dan rizki serta mengaji alqur’an di sekitar kuburan. Sungguh hanya pemandangan memilukan yang kita lihat dari para gengunjung di tempat ini. Sesungguhnya kita yang berada di sini memiliki keyakinan yang sama. Hanya saja mereka sepertinya belum memahami Islam secara baik dan benar. Sehingga segala bid’ah kurofat dan tahayul melekat kuat di jiwa mereka. Walaupaun telah terpapang jelas larangan mengenai hal tersebut. Tetapi mereka tidak menghiraukanya, sebab keyakinan yang keliru itu telah menguat dengan hati. Seperti tulisan dalam gambar di samping. Tulisan itu terpampang jelas dan besar di area makam yang di anggab suci di tempat ini. tentu maksud dan tujuanya adalah mengingatkan pengunjung agar tidak melakukan perkara - perkaya yang menyimpang dari ajaran islam. Karena hanya kepada Allohlah seharunya tempat kita meminta.
Namun sungguh memiliukan hati. Karena di tempat ini justru di fasilitasi beberapa rak yang berisi Al-Qur’an. Dan dari rak ini biasanya mereka mengambil Al-Qur’an untuk di gunakan mengaji di samping kuburan kuburan tersebut. Padahal di masjid yang ada di dalam makam ini kita tidak menjumpai Al-Qur’an. Namun mengapa di tengah-tengah pemakaman justru di sediakan banyak Al-Qur’an. Sungguh ini adalah pemandangan yang sangat menyayat qalbu.
Namun demikian, tidak semudah membalikkan tangan mengubah pemikiran para pengunjung dan orang-orang di sekitar makam ini untuk tidak melakukan hal-hal yang di larang oleh agama kita berkaitan dengan aktifitas takziah.  Sebab hal-hal semacam ini sudah menjadi budaya bagai mereka ketika datang ke makam bungkul. Semoga kita para generasi dan pendidik anak bangsa bisa meluruskan  calon-calon kaum muda untuk menguaatkan ketauhidan mereka kepada Alloh. Sehingga tidak begitu muda mengikuti perkara bida’ah tahayul dan curofat yang banyak menyebar di masyarakat.






Kamis, 23 Juni 2016
Posted by Sefti Ika Wulansari
Tag :

Ketika Aku Jatuh Cinta dan Untukmu Yang Tengah Jatuh Cinta


Suatu hari saya sedang jatuh cinta, menurut teman-teman kos, saya jatu cinta pada bayangan semu. Tak salah saat mereka berkata demikian, sebab benar memang apa yang mereka sampaikan. Saya sedang jatuh cinta kepada sosok yang bernama jodoh. Entahlah, saya memiliki bayang-bayang  bahwa ia adalah adalah sosok yang hatinya dipenuhi oleh rasa cinta terhadap Alloh, bibirnya bergerak perlahan tapi kontinyu dalam melafadzkan asma Alloh, wajahnya teduh memancarkan cahaya keramahan namun penuh ketegasan. Saya jatuh cinta. Ya, sangan jatuh cinta. Oleh Karen itu saya meneladaninya. Memenuhi hati dengan rasa cinta pada Alloh dan rasululloh, membasahi bibir dengan kalimat dzikirulloh dan senantiasa memanjatkan do’a untuk ditanguhkan hati ini dalam penantian terhadap sosok yang bergelar jodoh tersebut. Menanti masa keterkejutan yang akan Alloh berikan. Masa yang begitu nikmat. Seperti yang Salim A. Fillah pernah katakana dalam bukunya “ inilah puasa panjang syahwatku. Saat berbuka itu tak lama lagi. Dan rasa nikmat itu, ada pada terkejutan” dan merasakan nikmat keterkejutan itu adalah apa yang sangat saya inginkan.
Loh, kok tiba-tiba bahas Salim A. Fillah. Hehe, begini ceritanya… dalam suasana hati yang tengah berbunga, saya menemukan sebuah buku yang dahulu pernah saya beli, namun belum sempat membacanya. Buku karya Salim Ahukum Fillah, lembar demi lembar saya nikmati kalimatnya. Tutur bahasanya membuat saya merasa nyaman membersamai buku tersebut, wajar memang jika tidak sedikit penikmat buku karya Salim A. Fillah. Kepiawaian jemarinya menekan tombol keyboard menghasilkan kata-kata yang sangub merangkai kalimat indah. Kalimat yang pada akhirnya akan menuntun pembaca untuk berjalan bersama mencintai Alloh, bangga pada Islam dan percaya diri bergelar muslim atau muslimah.
Ah, cukup kiranya membahas penulis best seler ini. Toh saya tidak sedang membuat resensi tentang buku karya bliau. Saya hanya mengaguminya. Ya, itu saja. Kembali pada keadaan saya yang tengah jatuh cinta. Awal saya jatuh cinta saat terbesit Firman Alloh  dalam benak saya,
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji, dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik… (An Nuur 26)
Tidak untuk menafsirkan ayat tersebut maksudnya, karena saya bukanlah orang yang berkemampuan dalam hal itu. Namun pengulangan kalimat dalam ayat ini membuat saya yakin bahwa Alloh tengah mengatakan dengan tegas bahwa wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik. Wanita mana yang tidak ingin berjodoh dengan lelaki yang baik? Dan lelaki mana yang tidak ingin berjodoh dengan wanita yang baik. Bahkan wanita berperangai buruk pun sesungguhnya menginginkan jodoh lelaki yang baik, nanun ketakutan dalam hatinya sering kali membuat ia tak percaya diri jika berjodoh dengan lelaki baik-baik, begitu bula sebaliknya, saya yakin!
Itulah mengapa saya jatuh cinta pada sesosok bayang-bayang lelaki baik. Karena tak dapat saya pungkiri, bahwa saya menginkan jodoh lelaki yang baik. Lelaki yang senantiasa merasa Alloh selalu mengawasi, lelaki yang tak memiliki lelah melafadzkan asma Alloh terkecuali saat ia terlupa, lelaki yang selalu berusaha meng-upgrade iman dalam diri. Dan karena kata Alloh wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik maka saya pun berusaha mengikuti sosok lelaki yang ada dalam bayang-bayang saya tersebut.
Saya “gila” mungkin kata anda, tidak. Sungguh saya tidak “gila”. Saya terkena virus kisah dalam novel mungkin kata anda, tidak. Anda salah jika berfikir demikian. Saya hanya memiliki azzam (keinginan yang kuat) untuk berjodoh dengan lelaki seperti yang terdapat pada bayang-bayang saya. Oleh karenanya saya berikhtiar memperbaiki diri. Sebab saya yakin apa kata Alloh dalam an-Nuur 26 bahwa wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik . Dan Alloh pun menegaskan dalam firmanya di lain surah,
“dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”
(an Najm:39)
Dengan senyum sinis, mungkin akan ada salah seorang diantara pembaca yang tersirat dalam fikiranya kalimat seperti ini:
“halah, jodoh itu ketepan Alloh. Sejak nyawa telah Alloh tiupkan dalam diri kita. Sejak itu pulah telah tercatat dengan siapa kita berjodoh. Iya kalau nama yang tercatat itu lelaki yang baik, bagaimana jika bukan?”
Maka saya akan kembali mengajak anda untuk memperhatikan firman Alloh dalam an Nuur 26.
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji, dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik…”
Ketika kita sedang khusyuk menyelam dalam kenikmatan sholat, boleh jadi dia sang jodoh tengah menikmati manisnya berkholwat dengan Alloh. Dan ketika kita sedang bermaksiat, tidak menutup kemungkinan pula bahwa ia sang jodoh nan jauh di sana tengah tertawa riang cekikak-cekikik dan bergeliat-liat dalam kepalsuan nikmat kemaksiatan.  Sehingga tidak bisa  dijadikan alasan bahwa jodoh yang merupakan ketetapan takdir kemudian membuat kita santai-santi dalam beriman dan beramal. Tetap harus ada usaha yang  maksimal berjuang dalam ketaatan jika kita pun berkeinginan berjodoh dengan sosok yang taat. Sudah jelas firman Alloh dalam An Nuur 26 yang berulang kali saya sampaikan.  Mari kembali kita menyimak bagaiman Alloh sekali lagi menegaskan kepada kita tentang hukum-hukumnya.
“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mu'min”(an Nuur 3)
            “Lantas bagaimana nasip kita yang sempat bermaksiat sebelumnya?”
            “apa lagi kita yang telah terjatuh pada sumur kemaksiatan berupa zina, ?”
            Jawabanya ada apada anda sendiri setelah menjawab pertanyaan ini, “bukankan Alloh adalah Robb yang maha Rohman dan Rohim?” jawablah. “Mungkinkah Alloh mengabaikan hambanya yang bertaubat dengan penuh kesunguhan atas ketakutanya terhadap azab dunia dan akherat?” jawablah. Maka, apa yang menghalangi kita untuk bertaubat? Mengapa malah suudzhon Alloh tak akan mengampuni dosa-dosa kita?
“…jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”(Yusuf 87)
Lihatlah, bagaimana nasehat Ayah Yusuf kepada saudara-saudaranya yang tengah berputus asa sampai di abadikan Alloh dalam Al-Qur’an jika bukan sebagai nasehat bagi kita pula untuk tidak berputus asa akan problem yang kita hadapi. Rasakan betapa indahnya ayat tersebut “jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah” seolah Alloh tengah mengelus-elus rambut hambanya dengan penuh cinta dan “Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”  berasa Alloh tengah mencium kening hambanya untuk mentransfer eneri agar ia tak lagi lemah oleh rasa putus asa sebab Alloh pasti mengampuni dosa-dosa hambanya yang sunguh-sungguh dalam bertaubat.
            Maka, marilah bersama berjalalan di jalan Alloh. Bergandengan menjadi hamba yang Alloh harapkan, senantiasa merasa selalu terawasi oleh kemaha besaran pengelihatan Alloh. Menikmati masa penantian dengan penuh keimanan, memenuhi hati dengan rasa cinta kepada Alloh dan rasululloh. Berusaha maksimal agar menjadi hamba yang di cintai Robbnya. Berupaya menyalurkan fitrah cinta yang hadir sebelum halal kepada perkara yang syari. Singga saatnya nanti kita temui saat berbuka, dan Alloh suguhkan menu buka puasa yang terasa manis di dalam hati. Allohu Akbar.
Surabaya, 18 Ramadhan 1437 H
Aisyah An-Najmah

                                                            
Posted by Sefti Ika Wulansari
Tag :

Sahabatku bukan Pacarku

Matahari bersinar dengat semangat yang mengebu. Tanpa malu dan ragu ia tumpahkan cahaya terangnya yang menyilaukan dan suhu panasnya yang membakar ke pada seluruh makhluk bumi. Siang ini memang begitu menyengat panasnya, meski malam tadi hujan begitu deras menguyur hamparan sebagian bumi ini. Kali ini jadwalku menuju  toko  ZAVA, teman-teman tak perlu tahu toko zava itu apa. Sebab sefti tidak di bayar untuk mempromosikanya. Bukanya pelit sih, cuma sedikit sebel aja sama si mas ganteng* (*lebel dr mahasiswi UMSurabaya, kecuali saya) sang peilik toko itu.

Jadi ceritanya siang bolong ini, sefti bergegas setengah lari menuju toko zava guna mengambil buku dan hasil fotocopyan-ku beberapa hari yang lalu. Sesampainya di tempat. Mas pemilik toko dengan ramahnya menyambut kedatanganku sebagai konsumen di tokonya.
"Ambil buku ya mbak ?" Tanyanya dengan senyum hasnya.
"Iya mas, jadi berapa harganya?" Jawabku setengah cuek.
"Jadi totalnya Rp. 58.000.00 mbak ". Jawabnya sembari menyertakan buku-bukunya kepadaku beserta tambahan nota harga.
"Oke, terimakasih mas".
"Sama-sama mbk. oh iya mbak ini Flasdick milik teman mbak ya?" Tanyanya, sambil menunjukkan kemudian menyerahkan benda yang di pegangnya ke arahku.
"Oh iya mas, ini milik Mega teman saya". Jawabku menerima Flesdick dari tanganya.
"Iya, teman mbak uda lama gag ke sini. jadi saya titipkan ke mbak gag pa-pa kan? Mbak temennya kan?" Ujarnya.
"Iya saya temenya". Jawabku singkat.
"Atau jangan-jangan pacarnya. hehe..." tambah mas pemilik toko tersebut.
"Haa :o !!!" (ekspresi terkejut)

Selepas itu aku segera angkat kaki dari toko tersebut. Rasa sebel bercampur bedmood tiba-tiba menyerang jiwaku. Aku tak habis fikir, bisa-bisanya mas itu menyebut sohibku sebagai pacarku. Sumapah, geli banget rasanya telinga ini mendengar perkataan mas pemilik toko itu. Aku dan Mega selama di kampus memang tak terpisahkan. kita selalu bersama, berangkat kuliah dan pulang pun bersama. Jajan dan nongkrong pun juga bersama. Jalan pun kita selalu berdua. Tapi bukan berarti karena itu kita bisa di bilang pacaran kan???

Entahlah aku tidak bisa menerka bagai mana pola fikir mas pemilik toko tersebut. Atau mungkin aku aja yang terlalu sensitive, apa lagi suhu udara yang begitu menyengat membuat hatiku jadi muda tersinggung. Sehingga guyonan kecil yang mas pemilik toko tersebut lontarkan padaku terasa bagai cemoohan yang pahit. Mungkin memang aku sebaiknya berlatih untuk selalu bersikap ramah dan pandai mengolah hati. Agar canda-canda kecil dari orang terasah renyah di telinga. Tidak justru seolah empedu yang tumpah ruah di hati. Selain itu, mungkin pula aku juga harus sedikit membatasi ke dekatanku dengan si sohibku. Sebab, kebiasaan kami jalan sambil bergandengan tangan sepertinya menjadi pemandangan yang tidak wajar bagai sebagian orang. Walau sesungguhnya sikap tersebut tak lebih dari rasa kasih seorang sahabat terhadap sahabatnya.

Terakhir, aku menyimpulkan. Dalam hidup ini kita tidak bisa memandang suatu hal melalui satu sudut pandang saja. Namun kita harus menggunakan banyak sudut pandang untuk melihat permasalahan hidup ini. Sebab, apa yang menurut sudut pandang kita negatif bisa jadi sesutu yang positif dalam sudut pandang orang lain. Seperti kisaku tadi. Aku mungkin melihat perkataan yang mas pemilik tok ujarkan padaku seolah sindiran pahit. Namun bisa jadi sesungguhnya mas tersebut berniat untuk mengingatkanku, agar aku lebih bersikap sewajarnya saja walaupun terhadap sahabat sendiri. Supaya nantinya tidak menimbulkan presepsi yang negatif dari mata-mata lain yang turut memandang pula kedekatan kita.


Surabaya, 17 Maret 2015


Sefti Ika Wulansari
Kamis, 26 Maret 2015
Posted by Sefti Ika Wulansari
Tag :

Bila Cinta Menikahlah




Bila cinta itu Bilangan
Maka real adalah mulanya
Tentu termasuk bulat didalamnya
Sebab nilai Negative dan Positif pasti terkandung padanya

Tapi saat ijab-qobul telah di ikrarkan
Bilangan Asli baginya dan tak tergantikan
Karena hanya nilai positif yang tertera
Begitulah kebenaranya

Saat cinta suami-istri tercurah
Ia laksana lingkaran yang tak berujung
Bagai bilangkan pangkat takhingga
Dan tak terbagi laksana Prima, kecuali 2 tentunya

Sepasang suami-istri yang tak bersama
Sering kali hatinya hampa
Ia merasa kosong
Tak menentu bagai imajiner

Walau kiranya suami lama tak kunjung pulang,
Bagi sang istri cintanya tak kan tumbang
Ia kan tegak, setegak garis singgung lingkaran terhadap jari-jarinya
Tetap utuh, dan tak terpecah bagai bilangan cacah

Itulah nikmatnya
Menjalin cinta dengan ikatan yang sah ^_^
Selasa, 10 Maret 2015
Posted by Sefti Ika Wulansari
Tag :

Rindu

Malam minggu tiada tugas, iseng-iseng buka buku eh.... nemu catatan puisiku di waktu masih nyantri

dulu. ceritanya ne, waktu itu saya lagi galau, karena pengen pulang. kangen rumah, kangen ibu bapak dan adik-adikku semua. akhirnya coret-coret kertas deh....
dan ini ne hasil coretanya... :)

Rindu
Kulihat dari cahaya bulan di pesantren
Serambiku kelam dan berudara sepi
Tiada suara tiada pula bayangan
Kecuali orang tuaku yang semuanya telah pergi

Terkadang terasa perlunya pulang kembali
Bercerita dan berkaca pada hari-hariku punya
Dirumahku yang penuh canda dan duka keluarga
Wahai ustad dan ustadzah kapan waktu itu kan tiba

Banjir bandang di raut wajah
Rasa rindu bercampur pilu
meratapi kehidupan yang pernah kujalani
Di pesantren yang buatku teguh hati

Ya Robbi...
Perkenankanlah kalbu ini tuk teguh
Menanti waktu yang ku tunggu
Tuk dapat bercerita kembali
Dengan insan yang kunanti

Ya Robbi...
Umi...
Abi...
Hapuslah duka ini
Dengan kembali bersamamu
Kembali kepangkuanmu
Malam minggu tiada tugas, iseng-iseng buka buku eh.... nemu catatan puisiku di waktu masih nyantri dulu. ceritanya ne, waktu itu saya lagi galau, karena pengen pulang. kangen rumah, kangen ibu bapak dan adik-adikku semua. akhirnya coret-coret kertas deh....
dan ini ne hasil coretanya... :)

Rindu
Kulihat dari cahaya bulan di pesantren
Serambiku kelam dan berudara sepi
Tiada suara tiada pula bayangan
Kecuali orang tuaku yang semuanya telah pergi

Terkadang terasa perlunya pulang kembali
Bercerita dan berkaca pada hari-hariku punya
Dirumahku yang penuh canda dan duka keluarga
Wahai ustad dan ustadzah kapan waktu itu kan tiba

Banjir bandang di raut wajah
Rasa rindu bercampur pilu
meratapi kehidupan yang pernah kujalani
Di pesantren yang buatku teguh hati

Ya Robbi...
Perkenankanlah kalbu ini tuk teguh
Menanti waktu yang ku tunggu
Tuk dapat bercerita kembali
Dengan insan yang kunanti

Ya Robbi...
Umi...
Abi...
Hapuslah duka ini
Dengan kembali bersamamu
Kembali kepangkuanmu

Sabtu, 29 November 2014
Posted by Sefti Ika Wulansari
Tag :

Belanja di akhir Flu

Assalamu’alaikum sobat bloger,
Alhamdulillah setelah lima hari terserang batuk pilek yang menurunkan kondisi kesehatan fisik, hari ini telah Allah beri kesembuhan atas itu semua. Dan lebih bersyukurnya lagi selama sakit perkuliahan selalu libur sehingga bisa membuat Sefti istirahat secara total selama flu menyerang. Dan alhamdulillahnya lagi ne sobat, di hari terakhir flu menyerang. tepatnya saat Sefti selesai ngajar ekskul di SMP Negri 29 Surabaya Sefti memperoleh gajian Sefti bulan ini. Akhirnya sepulang ngajar sefti dan tentunya with sahabat Sefti si Rochmatun Ni’mah terbang deh ke Robbany dan ITC. Hehe, biasa perempuan ngapain lagi kalau ndak belanja J
                Sahabat bloger tahu ndak kita selesai ngajar jamberapa?
                Jam 12.30 wib kita baru selesai ngajar. Pasca itu kita langsung terbang ke Robbany, karena kita dalam kondisi belum shalat, so pastilah… tujuan utama kita adalah mushollah. Setelah sholat telah kita tegakkan langsung deh uber barang-barang yang mau di beli. Kebetulan saat itu Robbany lagi ada chasbeck 100% jadi ya semangatnya nguber barang-barang luarbiasa. Haha J
                Tapi berhubung dua hari lagi masa chasbeck 100% Robbany berakhir, jadi barang-barang yang di Robbany uda banyak di borong sama orang-orang di hari-hari sebelumya. Karena itu di Robbany sefti Cuma ngeluarin uang senilai Rp 20.000.00. nah sahabat sefti si ni’mah gag tau abis berapa, soalnya yang di borong lumayan juga sih, hehe .
                Karena kurang puas belanja di Robbany, kita berdua cap cus lagi ke ITC. Saat nyampai di ITC adzan Ashar berlangsung, jadi tujuan utama kita setelah parkir montor adalah menghampiri mushollah buat menegagkan empat rakaat sholat Ashar. Setelah kewajiban telah di tunaikan, langsung deh kita ke area Muslimah, di sana temen Sefti masih semangat mborong kerudung dan kawan-kawanya. Sefti sih masih muter-muter binggung apa yang mau di beli. Sebab belum ada barang yang menarik hati Sefti. Setelah lama kita muter-muter akhirnya Sefti putusin mampir ke stand Wardah. Setelah usai membeli kebutuhan di wardah Sefti masih binggng juga apa yang mau Sefti beli setelah ini. Akhirnya Sefti berniat membeli mukenah tapi emang yang  namanya sefti, nyari munekah dari lantai satu hingga lantai tiga dan turun ke lantai satu lagi tetep aja ndak menemukan mukenah yang berhasil menarik hati Sefti untuk di beli. Wal hasil tahu ndak apa yang Sefti beli setelah kelelahan belanja tapi tidak ada yang di beli selain saat mampir ke wardah. Sefti malah membeli ransel buat adek Sefti. Hehe, gag apa-apa lah kan sayang saudara. Lagian ransel adek juga uda waktunya untuk di ganti. Tapi emnag dasar adek sefti yang gitu tu, dia itu gag mau minta-minta keorang tua, pengenya orang tua sendiri yang peka. Sebagai kakak yang baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung Sefti deh yang peka. J
                Ceritanya itu, saat muter-muter sampek capek waktu cari mukenah sefti melihat ada tas ransel yang bagus, kuat dan cocoklah buat adek sefti yang kelas X . apa lagi merk nya juga polo classic. Bener-bener tuh tas berhasil membuat sefti mengeluarkan beberapa lembar uang dari isi dompet sefti, so pasti setelah proses tawar menawar yang sedikit panjang. Hehe
                Setelah membeli tas tersebut mata Sefti mulai tertarik lagi pada sebuah sepatu berwarnah coklat. Iseng-iseng Sefti menghampiri stan sepatu tersebut. Di saat Sefti mengenakan sepatu berwarnah coklat yang cantik itu, kaki Sefti terlihat begitu manis, wal hasil terjadi deh proses tawar menawah berujung barter sepatu dengan selembar uang.  Saat itu waktu uda nunjukkin pukul 17.00 kita mulai lelah dan akhirnya mutusin pulang, saat di stand arloji mata sefti tertarik lagi dengan Arloji yang begitu mungil dan manis. Emang mood belanja uda mulai muncul, di beli deh itu arlji. Hehe
                Setelah dari stand arloji, kita bener-bener berazzam unntuk segera pulang, sebab kalau tidak begitu. Bisa-bisa ini uang di dompet akan terkuras habis. Dan akhirnya Sefti dan sobat Sefti yang cuss… keluar dari ITC dengan buah tangan dari robbani, wardah, ransel, sepatu dan terakhir arloji. Jangan tanya ya habis berapa, hehe 
                Dan akhirny pukul 18.00 wib sampailah Sefti di kamar kosan tercinta. Setelah itu segerah mandi dan sholat maghrib.
                Gitu deh aktifitas belanja Sefti bulan ini…
Jumat, 28 November 2014
Posted by Sefti Ika Wulansari
Tag :

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumlah Pengunjung

Google+ Badge

- Copyright © Cahaya Muslimah -