Tampilkan postingan dengan label kisahku. Tampilkan semua postingan
PROGRAM KEHAMILAN TAHAP PERTAMA
Assalamu'alaikum ^_^
Bismillah, insyaAllah mulai hari ini setiap proses PROMILku akan saya tulis di blog. Semoga bisa menjadi manfaat bagi yang membaca nantinya. Kalaupun tidak semoga tulisan ini nantinya bisa menjadi pengingat bahwa memiliki buah hati benar benar anugrah terindah dari Illahi.
Jalan PROMIL ini kami ambil karena kami sudah setahun menikah dan masih belum mendapat tanda-tanda kehamilan. Selain itu jadwal menstruasi saya yang selalu tidak normal sejak zaman masih perawan sampai sekarang juga menjadi salah satu alasanya. Saya memiliki keyakinan, bahwa Allah tidak mungkin melanggar sunnatullahnya. Cat biru jika dicampur cat kuning dengan takaran yang pas pasti akan menghasilkan cat berwarnah hijau. kecuali saat melakukan pencampuran kedua cat tersebut dilakukam dengan takaran yang terlalu banyak pada cat berwarnah biru, sedangkan cat kuning hany diberikan tetes. Atau bisa juga cat berwarnah biru sudah mengering saat dilakukanya proses pencampuran dengan cat berwarnah kuning. Sehingga pada saat seperti itu sangat tidak mungkin pencampuran kedua cat tersebut bisa mengghasilkan warnah hijau. Begitu pula saat seorang istri berhubungan badan dengan suaminya dalam tempo masa pernikahna yang sudah lebih dari setahun. Semestinya terjadi kehamilan yang dialami seorang istri, kecuali ada unsur-unsur lain yang menghmbat proses kehamilan itu terjadi. Karena sebab itulah saya memutuskan ikhtiar dengan jalan PROMIL kepada ahlinya. Agar terlihat permasalah apa yang terjadi pada kami, hingga mengakibatkan saya sulit mengalami kehamilan. Dengan begitu kita bisa mendapatkan solusi untuk permasalahan kehamilan yang saya alamai.
Klai ini saya ikhtiar PROMIL di dr.Eni Fatmawati, Sp.OG. Mungkin akan ada beberapa yang bertanya kenapa tidak promil ke SpOG(K)? Alasanya sih, pertama. Di kota saya (Lamongan) belum ada dr. SpOG(K), yang kedua untuk PROMIL ke dr. SpOG saja sudah membuat saya dan suami benar-benar harus berhemat dan pandai-pandai mengatur keuangan keluarga kami. Apa lagi jika harus promil ke dr.SpOG(K) tentu akan memakan biaya yang sangat besar bagi kondisi keuangan kami. Sehingga bismillah, kami memilih dr. SpOg yang juga memiliki ilmu serta pengalaman dalam menangani kasus seperti ini.
Kembali kepada PROMIL TAHAP PERTAMA saya. Pada saat saya mengunjungi dr. Eni Fatmawati Sp.OG, berat badan dan tensi saya diukut oleh asisten dokter, setelah itu sang dokter menanyakan beberapa pertanyaan seperti:
1. Kapan haid terakhir?
2. Bagaimana siklus haid saya?
3. Apakah suah perna PROMIL sebelumnya?
4. Berapa usia saya, usia suami dan usia pernikahan kami?
Selanjutnya dokter meminta saya masuk ke dalam ruangan untuk diperiksa lebih lanjut. Saat itu saya di USG untuk melihat kondisi rahim. Alhamdulillah rahim saya babik-baik saja, bebas kista ataupun yang lainya. Hanya saja pada saat dilakukanya pemeriksaan dokter melihat bahwa dinding rahim saya tebal. Umumnya penebalan didnding rahim dialami oleh wanita hamil, sehingga untuk memastikan saya hamil atau tidak dokter melakukan pemeriksaan tes urin saya. Hasilnya menunjukkan bahwa saya negatif hamil.
Selanjutnya dokter memberi saya resep untuk mengatur masa haid saya dan bliau meminta saya datang kembali saat haid pertama saya datang nantinya. Resep yang kedua dokter memberi asam folad untuk dikonsimsi setiap hari. Serta meminta suami untuk melakuan tes seperma tiga hari kedepan dengan sarat selama tiga hari tersebut tidak boleh melakukan aktifitas yang bisa membuat seperma keluar (berhubungan badan).
Nah untu masalah biaya, biaya yang kami keluarkan untuk melakukan pemeriksaan tahap pertama ini sebesar Rp. 245.000,- sudah termasuk jasa dokter, USG dan obat-obatanya.
Bismillah, semoga atas kuasaNya kami akhirnya berhasil memiliki buah hati darah daging kami sendiri. Dan semoga Allah memudahkan proses kami. melancarkan riski, menguatkan kesabaran serta mengokohkan keimanan kami, aamiin.
Hsil USG dan reseb obat
Lamongan, 13 Agustus 2018 22:28 WIB
Sahabatku bukan Pacarku
Matahari
bersinar dengat semangat yang mengebu. Tanpa malu dan ragu ia tumpahkan cahaya
terangnya yang menyilaukan dan suhu panasnya yang membakar ke pada seluruh makhluk
bumi. Siang ini memang begitu menyengat panasnya, meski malam tadi hujan begitu
deras menguyur hamparan sebagian bumi ini. Kali ini jadwalku menuju toko
ZAVA, teman-teman tak perlu tahu toko zava itu apa. Sebab sefti tidak di
bayar untuk mempromosikanya. Bukanya pelit sih, cuma sedikit sebel aja sama si
mas ganteng* (*lebel dr mahasiswi UMSurabaya, kecuali saya) sang peilik toko
itu.
Jadi
ceritanya siang bolong ini, sefti bergegas setengah lari menuju toko zava guna
mengambil buku dan hasil fotocopyan-ku beberapa hari yang lalu. Sesampainya di
tempat. Mas pemilik toko dengan ramahnya menyambut kedatanganku sebagai
konsumen di tokonya.
"Ambil
buku ya mbak ?" Tanyanya dengan senyum hasnya.
"Iya
mas, jadi berapa harganya?" Jawabku setengah cuek.
"Jadi
totalnya Rp. 58.000.00 mbak ". Jawabnya sembari menyertakan buku-bukunya
kepadaku beserta tambahan nota harga.
"Oke,
terimakasih mas".
"Sama-sama
mbk. oh iya mbak ini Flasdick milik teman mbak ya?" Tanyanya, sambil
menunjukkan kemudian menyerahkan benda yang di pegangnya ke arahku.
"Oh
iya mas, ini milik Mega teman saya". Jawabku menerima Flesdick dari tanganya.
"Iya,
teman mbak uda lama gag ke sini. jadi saya titipkan ke mbak gag pa-pa kan? Mbak
temennya kan?" Ujarnya.
"Iya
saya temenya". Jawabku singkat.
"Atau
jangan-jangan pacarnya. hehe..." tambah mas pemilik toko tersebut.
"Haa
:o !!!" (ekspresi terkejut)
Selepas
itu aku segera angkat kaki dari toko tersebut. Rasa sebel bercampur bedmood
tiba-tiba menyerang jiwaku. Aku tak habis fikir, bisa-bisanya mas itu menyebut
sohibku sebagai pacarku. Sumapah, geli banget rasanya telinga ini mendengar
perkataan mas pemilik toko itu. Aku dan Mega selama di kampus memang tak terpisahkan.
kita selalu bersama, berangkat kuliah dan pulang pun bersama. Jajan dan nongkrong
pun juga bersama. Jalan pun kita selalu berdua. Tapi bukan berarti karena itu
kita bisa di bilang pacaran kan???
Entahlah
aku tidak bisa menerka bagai mana pola fikir mas pemilik toko tersebut. Atau
mungkin aku aja yang terlalu sensitive, apa lagi suhu udara yang begitu
menyengat membuat hatiku jadi muda tersinggung. Sehingga guyonan kecil yang mas
pemilik toko tersebut lontarkan padaku terasa bagai cemoohan yang pahit. Mungkin
memang aku sebaiknya berlatih untuk selalu bersikap ramah dan pandai mengolah
hati. Agar canda-canda kecil dari orang terasah renyah di telinga. Tidak justru
seolah empedu yang tumpah ruah di hati. Selain itu, mungkin pula aku juga harus
sedikit membatasi ke dekatanku dengan si sohibku. Sebab, kebiasaan kami jalan
sambil bergandengan tangan sepertinya menjadi pemandangan yang tidak wajar
bagai sebagian orang. Walau sesungguhnya sikap tersebut tak lebih dari rasa
kasih seorang sahabat terhadap sahabatnya.
Terakhir,
aku menyimpulkan. Dalam hidup ini kita tidak bisa memandang suatu hal melalui
satu sudut pandang saja. Namun kita harus menggunakan banyak sudut pandang
untuk melihat permasalahan hidup ini. Sebab, apa yang menurut sudut pandang
kita negatif bisa jadi sesutu yang positif dalam sudut pandang orang lain.
Seperti kisaku tadi. Aku mungkin melihat perkataan yang mas pemilik tok ujarkan
padaku seolah sindiran pahit. Namun bisa jadi sesungguhnya mas tersebut berniat
untuk mengingatkanku, agar aku lebih bersikap sewajarnya saja walaupun terhadap
sahabat sendiri. Supaya nantinya tidak menimbulkan presepsi yang negatif dari
mata-mata lain yang turut memandang pula kedekatan kita.
Surabaya,
17 Maret 2015
Sefti
Ika Wulansari
Belanja di akhir Flu
Assalamu’alaikum sobat bloger,
Alhamdulillah setelah lima hari terserang batuk pilek yang menurunkan kondisi kesehatan fisik, hari ini telah Allah beri kesembuhan atas itu semua. Dan lebih bersyukurnya lagi selama sakit perkuliahan selalu libur sehingga bisa membuat Sefti istirahat secara total selama flu menyerang. Dan alhamdulillahnya lagi ne sobat, di hari terakhir flu menyerang. tepatnya saat Sefti selesai ngajar ekskul di SMP Negri 29 Surabaya Sefti memperoleh gajian Sefti bulan ini. Akhirnya sepulang ngajar sefti dan tentunya with sahabat Sefti si Rochmatun Ni’mah terbang deh ke Robbany dan ITC. Hehe, biasa perempuan ngapain lagi kalau ndak belanja J
Sahabat bloger tahu ndak kita selesai ngajar jamberapa?
Jam 12.30 wib kita baru selesai ngajar. Pasca itu kita langsung terbang ke Robbany, karena kita dalam kondisi belum shalat, so pastilah… tujuan utama kita adalah mushollah. Setelah sholat telah kita tegakkan langsung deh uber barang-barang yang mau di beli. Kebetulan saat itu Robbany lagi ada chasbeck 100% jadi ya semangatnya nguber barang-barang luarbiasa. Haha J
Tapi berhubung dua hari lagi masa chasbeck 100% Robbany berakhir, jadi barang-barang yang di Robbany uda banyak di borong sama orang-orang di hari-hari sebelumya. Karena itu di Robbany sefti Cuma ngeluarin uang senilai Rp 20.000.00. nah sahabat sefti si ni’mah gag tau abis berapa, soalnya yang di borong lumayan juga sih, hehe .
Karena kurang puas belanja di Robbany, kita berdua cap cus lagi ke ITC. Saat nyampai di ITC adzan Ashar berlangsung, jadi tujuan utama kita setelah parkir montor adalah menghampiri mushollah buat menegagkan empat rakaat sholat Ashar. Setelah kewajiban telah di tunaikan, langsung deh kita ke area Muslimah, di sana temen Sefti masih semangat mborong kerudung dan kawan-kawanya. Sefti sih masih muter-muter binggung apa yang mau di beli. Sebab belum ada barang yang menarik hati Sefti. Setelah lama kita muter-muter akhirnya Sefti putusin mampir ke stand Wardah. Setelah usai membeli kebutuhan di wardah Sefti masih binggng juga apa yang mau Sefti beli setelah ini. Akhirnya Sefti berniat membeli mukenah tapi emang yang namanya sefti, nyari munekah dari lantai satu hingga lantai tiga dan turun ke lantai satu lagi tetep aja ndak menemukan mukenah yang berhasil menarik hati Sefti untuk di beli. Wal hasil tahu ndak apa yang Sefti beli setelah kelelahan belanja tapi tidak ada yang di beli selain saat mampir ke wardah. Sefti malah membeli ransel buat adek Sefti. Hehe, gag apa-apa lah kan sayang saudara. Lagian ransel adek juga uda waktunya untuk di ganti. Tapi emnag dasar adek sefti yang gitu tu, dia itu gag mau minta-minta keorang tua, pengenya orang tua sendiri yang peka. Sebagai kakak yang baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung Sefti deh yang peka. J
Ceritanya itu, saat muter-muter sampek capek waktu cari mukenah sefti melihat ada tas ransel yang bagus, kuat dan cocoklah buat adek sefti yang kelas X . apa lagi merk nya juga polo classic. Bener-bener tuh tas berhasil membuat sefti mengeluarkan beberapa lembar uang dari isi dompet sefti, so pasti setelah proses tawar menawar yang sedikit panjang. Hehe
Setelah membeli tas tersebut mata Sefti mulai tertarik lagi pada sebuah sepatu berwarnah coklat. Iseng-iseng Sefti menghampiri stan sepatu tersebut. Di saat Sefti mengenakan sepatu berwarnah coklat yang cantik itu, kaki Sefti terlihat begitu manis, wal hasil terjadi deh proses tawar menawah berujung barter sepatu dengan selembar uang. Saat itu waktu uda nunjukkin pukul 17.00 kita mulai lelah dan akhirnya mutusin pulang, saat di stand arloji mata sefti tertarik lagi dengan Arloji yang begitu mungil dan manis. Emang mood belanja uda mulai muncul, di beli deh itu arlji. Hehe
Setelah dari stand arloji, kita bener-bener berazzam unntuk segera pulang, sebab kalau tidak begitu. Bisa-bisa ini uang di dompet akan terkuras habis. Dan akhirnya Sefti dan sobat Sefti yang cuss… keluar dari ITC dengan buah tangan dari robbani, wardah, ransel, sepatu dan terakhir arloji. Jangan tanya ya habis berapa, hehe
Dan akhirny pukul 18.00 wib sampailah Sefti di kamar kosan tercinta. Setelah itu segerah mandi dan sholat maghrib.
Gitu deh aktifitas belanja Sefti bulan ini…

.jpg)